<!-- SEO Blogger Start --> <meta content='text/html; charset=UTF-8' http-equiv='Content-Type'/> <meta content='blogger' name='generator'/> <link href='https://www.makkellar.com/favicon.ico' rel='icon' type='image/x-icon'/> <link href='https://www.makkellar.com/2025/02/tagar-kaburajadulu-ayo-minggat.html' rel='canonical'/> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.makkellar.com/feeds/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - RSS" href="https://www.makkellar.com/feeds/posts/default?alt=rss" /> <link rel="service.post" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.blogger.com/feeds/2646944499045113697/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera - Atom" href="https://www.makkellar.com/feeds/935775330381575426/comments/default" /> <!--Can't find substitution for tag [blog.ieCssRetrofitLinks]--> <link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcOSgmrQzuhpWJoPPMYpSijaWZyNugerW4LzEeGUaBKClaVgFxHlrcjGQRkZvyN-Bz-eZzrAoSE84qFxlc6mY2RZm4WopBwzx3ub1oHEMcupraIa1Yoz7FnZdmqKOwZrRB1yP-8tMMePjeDJZkRajf0Wqs7VgqK88ZtcKHfVWT_1cGJ4LpnTmHzql0hvw/w277-h208/Yok%20Minggat!.jpg' rel='image_src'/> <meta content='Bagaimana Sebaiknya Pemerintah Menanggapi #KaburAjaDulu' name='description'/> <meta content='https://www.makkellar.com/2025/02/tagar-kaburajadulu-ayo-minggat.html' property='og:url'/> <meta content='Tagar #KaburAjaDulu : Ayo Minggat!' property='og:title'/> <meta content='Bagaimana Sebaiknya Pemerintah Menanggapi #KaburAjaDulu' property='og:description'/> <meta content='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcOSgmrQzuhpWJoPPMYpSijaWZyNugerW4LzEeGUaBKClaVgFxHlrcjGQRkZvyN-Bz-eZzrAoSE84qFxlc6mY2RZm4WopBwzx3ub1oHEMcupraIa1Yoz7FnZdmqKOwZrRB1yP-8tMMePjeDJZkRajf0Wqs7VgqK88ZtcKHfVWT_1cGJ4LpnTmHzql0hvw/w1200-h630-p-k-no-nu/Yok%20Minggat!.jpg' property='og:image'/> <!-- Title --> <title> Bukan makelar tapi Menjadi peranta untuk kebaikan bersama Tagar #KaburAjaDulu : Ayo Minggat! - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera Tagar #KaburAjaDulu : Ayo Minggat! - Menjadi Perantara Menuju Jalan Sejahtera

Tagar #KaburAjaDulu : Ayo Minggat!


Tagar #KaburAjaDulu terus menggaung di berbagai media sosial sebagai bentuk kekecewaan dan frustasi terhadap situasi yang terjadi di negeri tercinta ini, dengan kata lain tagar tersebut mau mengatakan, Ayo Minggat!

Seperti halnya tagar-tagar yang akhirnya menjadi firal lainnya ajakan #KaburAjaDulu ini awalnya hanya ditanggapi biasa-biasa saja oleh sebagian orang, ajakan tersebut dianggap sebagai pelemparan isu karena situasi politik dalam negeri yang dianggap tidak baik-baik saja, tapi lama-kelamaan membesar dan menjadi viral yang memancing tanggapan para petinggi negeri ini.

Tidak seperti isu-isu lain seperti soal kabinet gemuk, atau soal makan bergizi gratis serta hubungan Jokowi dan Prabowo yang langsung ditanggapi oleh Presiden Prabowo, hashtag #KaburAjaDulu belum direspon secara langsung kecuali oleh beberapa pembantunya yang mencoba menanggapi dengan berbagai komentar. Celakanya, justru jawaban para pembantu presiden tersebut lebih kepada tanggapan yang beberapa di antaranya menyalahkan pihak lain dan minim untuk dijadikan momentum introspeksi diri. Memang ada satu dua orang yang menanggapinya tagar #KabuAjaDulu sebagai tantangan bagi pemerintah untuk lebih kepada instrospeksi diri.

Misalnya Menteri Ketenagakerjaan menyadari bahwa tagar tersebut justru menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi. Memang tagar tersebut muncul karna berbagai sebab, seperti semakin tingginya angka pengangguran, rendahnya kesejahteraan pekerja, minimnya kepastian hukum, kurangnya penghargaan terhadap pekerja di negeri ini, yang kesemuanya menjadi penyebab, ajakan ayo minggat tersebut digaungkan. Justru semua persoalan bangsa dan negeri ini yang seharusnya menjadi PR besar untuk dicari solusinya. Bila pemerintah sanggup memberikan harapan, maka jawaban itulah yang seharusnya disampaikan melalui satu pintu, yaitu corong pemerintah.
Tapi beberapa tanggapan para pembantu presiden lainnya malah menunjukkan belum ada kata sepakat pihak pemerintah untuk berusaha menjawab yang memberikan janji maupun harapan yang memuaskan. Komunikasi yang dibangun oleh pemerintah menanggapi koreksi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, keluar dari beberapa menteri, bukan dari satu pintu. Misalnya ada menteri yang menanggapinya dengan mengatakan, bahwa mereka yang hendak kabur ke luar negeri adalah mereka yang tidak memiliki jiwa patriotik dan dianggap tidak mencintai negerinya.

Sementara pembantu presiden lainnya malah lebih kepada jawaban yang kurang memberikan simpati dan empati kepada mereka yang sedang gelisah di negeri ini dengan mengatakan, "Mau kabur, kabur sajala. Kalau perlu, jangan balik lagi." Jawaban seorang pembantu presiden dianggap jawaban yang tentu bukan mewakili dirinya sendiri, tapi tentu sudah dianggap mewakili pihak pemerintah yang sedang berkuasa. Komunikasi pemerintah yang paling baik dengan rakyat adalah ketika pemerintahan Soeharto, terlepas dari kekurangannya. 

Banyak orang tidak akan melupakan sosok Menteri Sekertaris Negara RI Moerdiono, yang hingga dua periode pada Kabinet Pembangunan V-VI (1988-1998). Walaupun ia menyampaikan dengan terbata-bata tapi ia hadir mewakili pemerintah menyampaikan hasil keputusan pemerintah yang sudah digodok. Dan menteri lainnya tidak akan menyampaikan informasi yang berbeda.

Menariknya pihak istana yang menanggapi belakangan mengenai #KaburAjaDulu setelah beberapa pembantu presiden menyampaikan pandangannya, menyampaikan bahwa tagar tersebut merupakan ajakan untuk merantau ke luar negeri. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Keprisidenan, Hasan Hasbi memberikan masukan kepada mereka yang ingin bekerja di luar negeri supaya mempersiapkan segala sesuatunya.

Hasan Hasbi dalam keterangannya mengatakan bahwa mereka yang ingin merantau ke luar negeri pihak pemerintah tidak akan melarang warganya yang ingin mengadu nasib ke luar negeri, asalkan mereka mengikuti aturan yang berlaku. 

Tapi yang pasti tagar ajakan untuk minggat ke luar negeri bukanlah ajakan yang datang dari ruang hampa, tapi hashtag #KaburAjaDulu merupakan ungkapan kegelisahan karena situasi dan kondisi negera ini yang seharusnya dijawab dengan tegas, jelas dan memberikan harapan kepada semua rakyat Indonesia. 
Tagar #KaburAjaDulu : Ayo Minggat! Tagar #KaburAjaDulu : Ayo Minggat! Reviewed by Admin Brinovmarinav on 09.35 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.